ketemu lagi di penghujung bulan desember..
ehmm, saya pernah liat dan tertarik serta seju dengan sebuah pernyataan / cerita berikut..
Ibu Ainun Habibie :
"Mengapa saya tidak bekerja?
Bukankah saya dokter? Memang...
Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu.
Namun saya pikir : Buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri ? Anak saya akan tidak memiliki ibu.
Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja?
Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Bertahun- tahun kami bertiga hidup begitu."
Jangan biarkan Anak-anakmu hanya bersama pengasuh mereka.
Bagaimana bila dibantu pengasuhan dengan kakek neneknya?
~ Sudah cukup rasanya membebani orangtua dengan mengurus kita sejak lahir sampai berumah tangga.
Kapan lagi kita mau memberikan kesempatan kepada orangtua untuk penuh beribadah sepanjang waktu di hari tuanya.
Mudah-mudahan ini bisa jadi penyemangat dan jawaban utk ibu-ibu berijazah yang rela berkorban demi keluarga & anak2nya.
Karena ingin Rumah Tangganya tetap terjaga & anak2 bisa tumbuh dgn penuh perhatian, tdk hanya dalam hal akademik, tp jg utk mendidik agamanya, karena itulah sejatinya peran orangtua.
Belajar dari kesuksesan orang2 hebat, selalu ada pengorbanan dari orang2 yang berada dibelakangnya, yang mungkin namanya tidak pernah tertulis dalam sejarah.
Berbanggalah Engkau sang Ibu Rumah Tangga, karena itulah pekerjaan seorang wanita yg paling mulia..
subhanallah,tapi rasa2nya wanita saat kini sulit yang kaya begitu, dulu saya pernah bertemu wanita dan saya bertanya apakah anda akan menjadi ibu rumah tangga??
jawabnya " enggalah, ngapin keseharian ga produktif, buat apa kuliah tinggi2 dan mahal2 tapi cuma jadi ibu rumah tangga gitu,ga ke pake ilmu nya.. "
miris denger ucapan gitu.. coba denger ucapan bu ainun yang udah jadi dokter tapi melepas nya demi anak2nya..
itu ibu yang mulia..
selamat hari ibuu..
saya sangat beruntung mempunyai ibu yang sabar, perhatian, walaupun Sarjana tapi ia rela ngelepas gelarnya itu demi menjadi ibu rumah tangga
semoga dapat diambil hikmah dari cerita tersebut
^^
1 komentar:
Setuju banget gan!
Ibu rumah tangga adalah pekerjaan paling penting dan paling mulia.
Dari sana adalah penentuan utama bagaimana generasi masa depan terbina.
Posting Komentar